Gila

Terkadang ku pikir, apakah aku salah menjatuh cintakan hatiku saat itu. Tapi daripada memikirkan nya, jatuh hati memang bukan hal yang perlu disalahkan. Siapapun terutama makhluk bisa apa, jika tuhan yg menjadi Maha menggerakkan hati telah berkehendak demikian ? Yang aneh jika penyesalan hambanya berlarut dalam lupa kalau semua ada asal muasalnya, ada sebab musabab nya. Bukan serta merta. Tapi memang sudah terlanjur ada tanpa diminta. Kalau rasa itu boleh disalahkan, mungkin semua yg bertepuk sebelah hati akan meronta satu persatu datang dengan keluhan hatinya.

Toh, mau menyalahkan siapa ? kepada Tuhan ? Sangat tidak masuk akal. Bisa-bisa hak jatuh cinta dicabut seketika. Mau seberapa hampa lagi jika jatuh cinta dicabut ? Cinta lenyap, hamba mengeluh lagi. Teruskan, teruskan. Yang ada sejarah manusia millenial akan penuh dengan keluhan omong kosong.

(Ya, andai saja aku boleh berpikir tentang semua hal itu. Jika itu terjadi, mungkin aku sudah dianggap benar-benar gila. Aku boleh guncang sekejap, tapi untuk menjadi gila, kurasa itu cukup menggelikan untuk terjadi di situasi seperti sekarang. Benar, pikiran tadi kuurungkan saja. Sebelum sang penulis jadi gila.)

Komentar