Mari berhenti bertanya
Yang Kusuka dari hujan bukan karena kenangan yang disimpannya, tapi karena bising yang diciptakannya. Bising hujan yang terus membuatku tuli dan tak bisa lagi mendengarkan suara benakku sendiri. Mereka terlalu bising hingga mengalihkan seluruh perhatianku.
Selain itu, orang lain juga tak akan bisa mendengarkannya walau mereka sangat ingin sekalipun. Sebab aku akhirnya diam tanpa berbuat apa-apa. Membiarkan bising hujan mengambil alih bicara dengan semesta. Anggap saja, ku pinjamkan semesta yang selalu mendengarkan aku. Mungkin hujan juga punya hal yang ingin disampaikan. Jadi rasanya, aku lebih baik diam.
Sebenarnya aku tidak pernah paham, apa aku benar-benar tak mendengarnya, atau aku saja yang memang selalu berpura-pura tak mendengarnya ?
Bedanya hanya tipis, antara sengaja atau tidak sengaja. Semua sama-sama alibi yang ku ciptakan agar mereka berhenti bertanya "kenapa". Agar aku, tak perlu repot menjawabnya dengan banyak "karena".
Sebab semua memang melulu tentang lelah.
Yang semesta saja sudah muak mendengar nya selama 18 tahun hidup panjang ku.
Benar. Mungkin perasaanku lebih baik ketika tak lagi menjadi pihak yang bercerita. Kini, aku yang akan mendengarnya.
Walau sangat bising sekalipun.
Komentar
Posting Komentar