Ssstt !

Kalau kamu mau cari aku, pergilah ke ladang sajak ceritaku semalam. Sisa² nya masih membumbung disana. Mungkin aku tengah sibuk membereskan semua kekacauan yang ada. Takut jikalau ada saja yg menggusur paksa sajak² ku untuk pergi, karena siang mulai menggantikan pagi.

Aku tidak pernah kewalahan dengan sajak cerita yang aku geluti semalaman. Mereka sangat baik menemani waktu malam ku dengan sekedar berceloteh tentang mirisnya hubungan bulan dan bintang. Mereka juga sempat singgung topik tentang kamu. Tapi ku hentikan sebelum semakin menguarkan rasa kesalku.

Kenapa aku kesal ? Ya karena kamu tidak hadir bersama kami malam tadi. Jadi aku biarkan mereka hanya fokus bicara tentang aku, sajak² mereka, serta bulan bintang yg ada. Kamu tidak perlu dilibatkan lagi.

Tapi aku juga tak melarang. Singgahlah jika kamu penasaran gurauan apa yang terlempar antara aku dengan sajak cerita. Ya, kalau kamu mau singgah. Kalau tidak mau, tidak apa-apa. Asal jangan terus bertanya sedang apa, dan dimana aku sekarang. Karena aku sudah menjawab dengan jelas di awal tadi.

Sudah ya.

Jangan ganggu lagi. Waktunya tidur siang.

Ssstt !

Tolong jangan berisik. Cukup.

Komentar