Ulah siapa saja, akan tetap beresiko.

Kenapa pikiranku bertindak sejauh ini ?
Apa yang membuatnya berpikir dengan cara melelahkan seperti ini ?
Apa karena aku terlalu merindukan, atau karena dampak dari semua kebencian ?
Semuanya jadi lebih sulit di jalani bahkan jika itu karena ulah pikirkan ku sendiri.
Kadang aku terlalu banyak berpikir. Entah berpikir hal yang berat, atau bahkan pikiran paling sederhana yang tak semua orang punya waktu untuk memikirkannya.
Kadang juga, aku berpikir apakah orang lain juga pernah memikirkan hal yang sama denganku ?
Apakah dari mereka juga berpikir untuk tetap diam seperti ku ?
Apakah orang lain juga merasa lelah dengan pikirannya sendiri ?
Apakah mereka juga akan baik-baik saja meskipun harus diam tak bisa berujar ?
Wah, merepotkan sekali aku ini.

Komentar

  1. Balasan
    1. Terimakasih :)
      Bisa merequest topik, jika mau. Apapun, bisa. Saya akan berusaha agar tulisan itu menyenangkan dibaca :)

      Hapus

Posting Komentar